Portal Berita Ekonomi Kamis, 20 Juni 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 14:49 WIB. Miliarder -¬†Bernard Arnault masuk ke dalam klub eksklusif miliarder centibillionaires.
  • 14:38 WIB. China - Dell, Microsoft, dan Intel tolak proposal tarif untuk laptop China.
  • 14:27 WIB. Facebook - Parlemen AS panggil Facebook terkait Libra.
  • 14:04 WIB. Youtube - Perangi konten nakal, Youtube hapus 9 juta video.
  • 13:13 WIB. Samsung - Samsung¬†diprediksi rilis Galaxy Fold bersamaan dengan Galaxy Note 10 atau setelahnya.

Kenapa Gen Y Gemar Sekali Pindah Kerja?

Kenapa Gen Y Gemar Sekali Pindah Kerja? - Warta Ekonomi

WE Online, Jakarta - Berdasarkan survei yang dilakukan JobStreet.com ke 3.500 responden pada bulan Desember 2015, diketahui sebanyak 65,8% responden yang terdiri dari generasi Y memilih untuk meninggalkan sebuah perusahaan setelah bekerja selama 12 bulan.

Faktor apa saja yang membuat mereka memilih untuk pindah bekerja? PR & Social Media Senior Executives JobStreet.com Hamzah Ramadhan menjelaskan sedikitnya terdapat tiga penyebab generasi Y mudah sekali pindah bekerja.

Tidak Bahagia
Saat sudah tidak bahagia di tempat bekerjanya, satu dari lima responden menjadikan alasan tersebut untuk pindah bekerja. Merealisasikan sebuah ide serta merasa didengar menjadi hal yang penting bagi generasi Y untuk merasa betah.

"Sering kali perusahaan tidak menanggapi hal ini dengan serius. Menurut perusahaan, hal yang diutarakan oleh generasi Y seperti bentuk komunikasi yang birokratis atau memberikan kesan acuh pada bawahan seharusnya tidak dibantah," kata Hamzah di Jakarta, Selasa (22/12/2015).

Tunjangan yang Lebih Besar
Generasi Y mempertimbangkan faktor tunjangan kesehatan, uang transportasi, konsumsi, atau telekomunikasi untuk bertahan di satu perusahaan. Survei menyatakan hanya satu dari tiga dari responden merasa puas dengan tunjangan yang diterima.

"Apakah ini berarti generasi Y menjadikan tunjangan besar sebagai bentuk pertimbangan untuk bertahan di sebuah perusahaan? Jawabannya adalah tidak. Mereka merasa tidak puas karena adanya perbedaan antara ekspetasi bentuk tunjangan yang diterima dengan realita. Perusahaan merasa bahwa pekerja dari generasi Y tidak memiliki kompetensi yang sepadan untuk mendapatkan tunjangan yang diharapkan," terangnya.

Lingkungan yang Tidak Sesuai
Fleksibilitas dalam bekerja menjadi faktor yang penting bagi generasi Y untuk merasa betah di satu perusahaan. Hal-hal seperti kesempatan untuk menyelesaikan pekerjaan di luar kantor selama komunikasi tetap berjalan dengan keberadaan akses internet atau waktu masuk kantor yang bisa disesuaikan menjadi pilihan ideal bagi generasi Y karena mereka merasa memiliki kemampuan untuk mengatur kecepatan bekerjanya tanpa terikat pada banyak peraturan.

"Sayangnya, hanya satu dari tiga responden merasa hal ini sudah diimplementasikan di tempat bekerja. Dengan begitu, perusahaan bisa menjadikan informasi di atas sebagai acuan untuk lebih memperhatikan kesejahteraan lingkungan bekerja. Persepsi generasi Y yang tidak bisa diatur dan sering membangkang seharusnya dilihat sebagai kesempatan bagi perusahaan untuk memperkaya kinerja perusahaan dengan menggunakan ide segar," pungkasnya.

Tag: PT Jobstreet Indonesia, Hamzah Ramadhan

Penulis/Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Cahyo Prayogo

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,814.89 3,776.33
British Pound GBP 1.00 18,144.14 17,956.97
China Yuan CNY 1.00 2,079.35 2,058.72
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,307.00 14,165.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,856.09 9,751.19
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,829.80 1,811.57
Dolar Singapura SGD 1.00 10,506.72 10,400.91
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,112.54 15,946.96
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,439.18 3,401.78
Yen Jepang JPY 100.00 13,277.96 13,142.51

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6335.698 -3.564 636
2 Agriculture 1412.814 5.106 21
3 Mining 1618.711 2.675 46
4 Basic Industry and Chemicals 770.641 11.276 71
5 Miscellanous Industry 1309.244 -10.662 47
6 Consumer Goods 2443.659 -20.168 52
7 Cons., Property & Real Estate 498.736 6.765 76
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1196.374 -1.489 74
9 Finance 1290.556 -2.124 90
10 Trade & Service 804.307 -0.238 159
No Code Prev Close Change %
1 SQMI 189 254 65 34.39
2 MTPS 1,010 1,260 250 24.75
3 SFAN 318 396 78 24.53
4 GLOB 258 318 60 23.26
5 SRAJ 222 270 48 21.62
6 INKP 8,175 9,900 1,725 21.10
7 SIMA 87 104 17 19.54
8 POLL 1,560 1,850 290 18.59
9 CNTX 490 580 90 18.37
10 SDMU 58 68 10 17.24
No Code Prev Close Change %
1 BRAM 12,500 10,000 -2,500 -20.00
2 NICK 274 230 -44 -16.06
3 PNSE 600 525 -75 -12.50
4 BOLA 422 376 -46 -10.90
5 MNCN 1,125 1,015 -110 -9.78
6 SIPD 890 805 -85 -9.55
7 SSTM 400 362 -38 -9.50
8 ZONE 600 550 -50 -8.33
9 TFCO 510 470 -40 -7.84
10 MFMI 525 486 -39 -7.43
No Code Prev Close Change %
1 INKP 8,175 9,900 1,725 21.10
2 CSIS 97 103 6 6.19
3 MNCN 1,125 1,015 -110 -9.78
4 BMTR 400 376 -24 -6.00
5 TKIM 11,075 12,725 1,650 14.90
6 BBRI 4,290 4,310 20 0.47
7 TLKM 4,100 4,040 -60 -1.46
8 BTPS 3,050 2,860 -190 -6.23
9 BBCA 29,700 29,550 -150 -0.51
10 APLN 234 226 -8 -3.42