Portal Berita Ekonomi Rabu, 08 Juli 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 13:10 WIB. Oil - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 40,45 USD/barel.
  • 13:10 WIB. Oil - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 42,96 USD/barel.
  • 13:09 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,02% terhadap Poundsterling pada level 1,2554 USD/GBP.
  • 13:08 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,01% terhadap Euro pada level 1,1273 USD/EUR.
  • 13:05 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,05% terhadap Yen pada level 107,57 JPY/USD.
  • 13:04 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.794 USD/troy ounce.
  • 11:31 WIB. IHSG - IHSG menguat 1,30% di akhir sesi I.

Kenapa Gen Y Gemar Sekali Pindah Kerja?

Kenapa Gen Y Gemar Sekali Pindah Kerja?

WE Online, Jakarta - Berdasarkan survei yang dilakukan JobStreet.com ke 3.500 responden pada bulan Desember 2015, diketahui sebanyak 65,8% responden yang terdiri dari generasi Y memilih untuk meninggalkan sebuah perusahaan setelah bekerja selama 12 bulan.

Faktor apa saja yang membuat mereka memilih untuk pindah bekerja? PR & Social Media Senior Executives JobStreet.com Hamzah Ramadhan menjelaskan sedikitnya terdapat tiga penyebab generasi Y mudah sekali pindah bekerja.

Tidak Bahagia
Saat sudah tidak bahagia di tempat bekerjanya, satu dari lima responden menjadikan alasan tersebut untuk pindah bekerja. Merealisasikan sebuah ide serta merasa didengar menjadi hal yang penting bagi generasi Y untuk merasa betah.

"Sering kali perusahaan tidak menanggapi hal ini dengan serius. Menurut perusahaan, hal yang diutarakan oleh generasi Y seperti bentuk komunikasi yang birokratis atau memberikan kesan acuh pada bawahan seharusnya tidak dibantah," kata Hamzah di Jakarta, Selasa (22/12/2015).

Tunjangan yang Lebih Besar
Generasi Y mempertimbangkan faktor tunjangan kesehatan, uang transportasi, konsumsi, atau telekomunikasi untuk bertahan di satu perusahaan. Survei menyatakan hanya satu dari tiga dari responden merasa puas dengan tunjangan yang diterima.

"Apakah ini berarti generasi Y menjadikan tunjangan besar sebagai bentuk pertimbangan untuk bertahan di sebuah perusahaan? Jawabannya adalah tidak. Mereka merasa tidak puas karena adanya perbedaan antara ekspetasi bentuk tunjangan yang diterima dengan realita. Perusahaan merasa bahwa pekerja dari generasi Y tidak memiliki kompetensi yang sepadan untuk mendapatkan tunjangan yang diharapkan," terangnya.

Lingkungan yang Tidak Sesuai
Fleksibilitas dalam bekerja menjadi faktor yang penting bagi generasi Y untuk merasa betah di satu perusahaan. Hal-hal seperti kesempatan untuk menyelesaikan pekerjaan di luar kantor selama komunikasi tetap berjalan dengan keberadaan akses internet atau waktu masuk kantor yang bisa disesuaikan menjadi pilihan ideal bagi generasi Y karena mereka merasa memiliki kemampuan untuk mengatur kecepatan bekerjanya tanpa terikat pada banyak peraturan.

"Sayangnya, hanya satu dari tiga responden merasa hal ini sudah diimplementasikan di tempat bekerja. Dengan begitu, perusahaan bisa menjadikan informasi di atas sebagai acuan untuk lebih memperhatikan kesejahteraan lingkungan bekerja. Persepsi generasi Y yang tidak bisa diatur dan sering membangkang seharusnya dilihat sebagai kesempatan bagi perusahaan untuk memperkaya kinerja perusahaan dengan menggunakan ide segar," pungkasnya.

Baca Juga

Tag: PT Jobstreet Indonesia, Hamzah Ramadhan

Penulis/Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Cahyo Prayogo

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,874.97 3,835.39
British Pound GBP 1.00 18,239.49 18,056.56
China Yuan CNY 1.00 2,069.18 2,048.33
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,532.30 14,387.70
Dolar Australia AUD 1.00 10,082.51 9,979.31
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,875.11 1,856.43
Dolar Singapura SGD 1.00 10,415.18 10,307.85
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,386.62 16,219.25
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,397.78 3,359.26
Yen Jepang JPY 100.00 13,502.09 13,366.50
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4987.082 -1.784 696
2 Agriculture 1049.824 4.364 23
3 Mining 1286.833 -0.065 48
4 Basic Industry and Chemicals 754.468 -2.937 80
5 Miscellanous Industry 874.683 -0.700 52
6 Consumer Goods 1808.082 -7.428 57
7 Cons., Property & Real Estate 318.064 -1.319 92
8 Infrastruc., Utility & Trans. 900.558 5.889 78
9 Finance 1079.658 1.250 93
10 Trade & Service 605.831 -0.810 173
No Code Prev Close Change %
1 PGUN 115 155 40 34.78
2 UANG 168 226 58 34.52
3 TECH 131 170 39 29.77
4 ARGO 820 1,025 205 25.00
5 ANJT 496 605 109 21.98
6 KBLI 394 470 76 19.29
7 YPAS 402 468 66 16.42
8 PURA 98 114 16 16.33
9 BRIS 396 452 56 14.14
10 LPIN 224 254 30 13.39
No Code Prev Close Change %
1 MASA 575 535 -40 -6.96
2 EMTK 4,900 4,560 -340 -6.94
3 PEHA 1,230 1,145 -85 -6.91
4 LMAS 58 54 -4 -6.90
5 ATIC 870 810 -60 -6.90
6 LIFE 7,250 6,750 -500 -6.90
7 PRIM 320 298 -22 -6.88
8 VRNA 131 122 -9 -6.87
9 HELI 264 246 -18 -6.82
10 KRAH 470 438 -32 -6.81
No Code Prev Close Change %
1 BRIS 396 452 56 14.14
2 PURA 98 114 16 16.33
3 KPIG 110 111 1 0.91
4 BCAP 157 157 0 0.00
5 BBRI 3,040 3,030 -10 -0.33
6 IPTV 364 362 -2 -0.55
7 TLKM 3,050 3,120 70 2.30
8 ANTM 640 650 10 1.56
9 TKIM 6,200 6,625 425 6.85
10 TOWR 1,110 1,095 -15 -1.35