Portal Berita Ekonomi Selasa, 21 Januari 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 08:11 WIB. Valas - Rupiah dibuka melemah 0,04% terhadap Dollar AS pada level 13.639 IDR/USD 
  • 08:07 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 65,20 USD/barel
  • 08:07 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 58,74 USD/barel
  • 08:06 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.561 USD/troy ounce 
  • 08:04 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,01% terhadap Yen pada level 110,19 JPY/USD
  • 08:03 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,08% terhadap Poundsterling pada level 1,2999 USD/GBP
  • 08:00 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,02% terhadap Euro pada level 1,1093 USD/EUR
  • 07:54 WIB. Bursa - Indeks Nikkei dibuka negatif 0,11% pada level 24.060
  • 07:53 WIB. Bursa - Indeks KOSPI dibuka positif 0,06% pada level 2.263

Kinerja Reksa Dana Diyakini akan Tumbuh 15% Tahun Ini

Kinerja Reksa Dana Diyakini akan Tumbuh 15% Tahun Ini - Warta Ekonomi

WE Online, Jakarta - Kinerja reksa dana pada tahun ini diprediksikan akan mengalami pertumbuhan sebesar 15 persen dibandingkan dengan pencapaian di tahun 2015 lalu.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia (APRDI) Denny R Thaher saat ditemui di Jakarta, Rabu (27/1/2016).

"Setiap tahunnya kami targetkan kinerja reksa dana tumbuh sekitar 15 persen. Kalau bicara segmen, reksa dana saham dan pasar uanglah yang masih akan dominan berkontribusi ke reksa dana Indonesia," ungkapnya.

Kondisi perekonomian baik global dan Indonesia lebih kondusif pada tahun 2016 akan menjadi katalis pendorong kinerja reksa dana Tanah Air. Denny mengungkapkan pihaknya dapat menjaring lebih banyak investor reksa dana pada tahun ini, sedangkan hingga tahun 2017 diharapkan total investor reksa dana ada sebanyak lima juta investor.

"Saat ini investor baru sejumlah 250 ribu. Insyaallah, target sebanyak lima juta investor pada tahun 2017 mendatang dapat tercapai," ucapnya.

Peningkatan jumlah investor reksa dana tersebut, menurut Denny, akan seiring dengan program-program sosialisasi dan edukasi yang akan dilakukan oleh pihak-pihak terkait. Selain itu, penambahan jumlah investor juga selaras dengan pemahaman masyarakat yang semakin baik.

"Kita akan buka sekolah reksa dana. Kita sasar segmen potensial atau masyarakat yang umurnya di bawah 30 tahun untuk menjadi investor," tuturnya.

Dirinya juga menambahkan pasar reksa dana di Indonesia masih sangat besar. Untuk menggaet investor, pihak terkait harus lebih gencar mengenalkan ke masyarakat.

"Harus banyak program yang dilakukan, seperti pesta reksa dana, edukasi, pameran, talkshow supaya pemahaman masyarakat akan reksa dana lebih baik lagi dan ini kita lakukan secara berkala di seluruh Indonesia," tegasnya.

Selain menerangkan untungnya, menurutnya, pihak-pihak terkait baik otoritas, SRO, atau broker harus menjelaskan risiko berinvestasi di reksa dana supaya investor mengerti dan tidak merasa terjebak dalam berinvestasi di pasar modal.

"Dalam berinvestasi di reksa dana, yang pertama-tama kita harus tahu bahwa investasi dilakukan secara berkala, jangka panjang, dan disiplin," ujarnya.

Ia mengaku jumlah produk reksa dana dan manajemen investasi (MI) di pasar modal Indonesia masih sedikit. "Saat ini produk reksa dana kita baru belasan ribu. Kita butuh banyak produk reksa dana dan MI supaya bisa lebih banyak pilihan dan pasar reksa dana semakin semarak," pungkasnya.

Baca Juga

Tag: Bursa Efek Indonesia (BEI), Reksa Dana, Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia (APRDI), Denny R Thaher

Penulis: Annisa Nurfitriyani

Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Annisa Nurfitriani

Loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,657.22 3,620.54
British Pound GBP 1.00 17,841.70 17,662.81
China Yuan CNY 1.00 2,000.45 1,980.48
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,722.27 13,585.73
Dolar Australia AUD 1.00 9,445.04 9,349.70
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,766.72 1,749.12
Dolar Singapura SGD 1.00 10,188.04 10,082.92
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,227.60 15,074.73
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,381.45 3,345.41
Yen Jepang JPY 100.00 12,453.28 12,328.25
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6245.043 -46.614 675
2 Agriculture 1416.471 -20.137 21
3 Mining 1515.967 -26.726 49
4 Basic Industry and Chemicals 958.755 -7.627 77
5 Miscellanous Industry 1224.607 -9.715 51
6 Consumer Goods 2082.610 -16.264 56
7 Cons., Property & Real Estate 480.841 -4.665 85
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1088.720 -7.886 76
9 Finance 1366.432 -7.402 92
10 Trade & Service 750.830 -4.813 168
No Code Prev Close Change %
1 ZBRA 72 97 25 34.72
2 AMAR 360 450 90 25.00
3 LUCK 450 560 110 24.44
4 PICO 1,225 1,500 275 22.45
5 MYTX 55 66 11 20.00
6 LMAS 160 191 31 19.38
7 INPP 850 990 140 16.47
8 KICI 204 230 26 12.75
9 FITT 85 95 10 11.76
10 CSRA 376 420 44 11.70
No Code Prev Close Change %
1 SONA 6,000 4,800 -1,200 -20.00
2 RELI 166 134 -32 -19.28
3 KAYU 89 72 -17 -19.10
4 KBLV 294 240 -54 -18.37
5 SDRA 850 700 -150 -17.65
6 PORT 595 510 -85 -14.29
7 CARS 145 125 -20 -13.79
8 PADI 133 115 -18 -13.53
9 LMPI 97 84 -13 -13.40
10 IKAI 64 56 -8 -12.50
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,695 1,745 50 2.95
2 TOWR 785 785 0 0.00
3 ANTM 840 795 -45 -5.36
4 LUCK 450 560 110 24.44
5 TLKM 3,810 3,810 0 0.00
6 BBCA 34,375 34,175 -200 -0.58
7 TCPI 6,850 6,700 -150 -2.19
8 PGAS 2,020 1,965 -55 -2.72
9 BBRI 4,630 4,660 30 0.65
10 WSKT 1,445 1,375 -70 -4.84