Penjualan PC Global Catat Rekor Penurunan Enam Kuartal Berturut-turut

WE Online, Jakarta - Penjualan komputer pribadi (PC) mencatat rekor penurunan selama enam kuartal berturut-turut pada awal 2016, jatuh ke tingkat terendah sejak tahun 2007, ungkap perusahaan riset pasar.

Survei yang dilakukan oleh perusahaan riset Gartner penjualan PC menunjukkan penurunan sebesar 9,6 persen menjadi 64,7 juta unit pada kuartal pertama dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Angka yang dikeluarkan oleh International Data Corporation (IDC) di kemudian hari menunjukkan penurunan yang lebih curam, dengan pengiriman PC pada kuartal pertama 2016 turun sebanyak 11,5 persen menjadi 60,6 juta unit.

"Dalam jangka pendek, pasar PC masih harus bergulat dengan minat konsumen yang terbatas dan persaingan dari upgrade infrastruktur lainnya di pasar komersial," kata manajer riset IDC Jay Chou dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari laman Channel NewsAsia di Jakarta, Rabu (13/4/2016).

Saat ini orang-orang tidak mengadopsi PC seperti dulu, terutama di pasar negara berkembang, di mana smartphone lebih disukai untuk mengakses internet, kata analis Gartner.

Faktor-faktor yang mempengaruhi penjualan PC diantaranya adalah faktor dolar yang kuat, sehingga membuat pembelian menjadi lebih mahal di beberapa pasar, volatilitas pasar, serta ketidakstabilan politik di beberapa wilayah.

"Memburuknya mata uang lokal terhadap AS saat ini menjadi faktor utama dalam penurunan pengiriman PC. Amerika Latin adalah wilayah utama yang menunjukkan penurunan terbesar sebanyak 32,4 persen," kata analis Gartner Mikako Kitagawa.

Gartner melaporkan bahwa produsen PC asal China Lenovo tetap menjadi vendor teratas dengan pangsa pasar 19,3 persen, meskipun penjualan turun 7,2 persen pada kuartal tersebut. HP Inc yang berbasis di AS memegang posisi kedua dengan pangsa pasar sebesar 17,6 persen, diikuti oleh Dell sebanyak 14,1 persen.

Menyusul Asus asal Taiwan yang berada di posisi keempat dengan 8,3 persen pangsa pasar, setelah meningkatkan penjualan sebesar 1,5 persen dan Apple di posisi kelima dengan pangsa pasar sebesar 7,1 persen setelah meningkatkan penjualan sebesar satu persen.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini