Portal Berita Ekonomi Rabu, 27 Mei 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 18:01 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,04% terhadap Yuan pada level 7,13 CNY/USD.
  • 18:00 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,06% terhadap Yen pada level 107,65 JPY/USD.
  • 17:59 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.726 USD/troy ounce.
  • 17:58 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 36,03 USD/barel.
  • 17:57 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 34,06 USD/barel.

Jangan Tertipu, Begini Bedanya Bisnis MLM dan "Money Game"

Jangan Tertipu, Begini Bedanya Bisnis MLM dan

WE Online, Jakarta - Pelemahan kondisi perekonomian belakangan ini ternyata dimanfaatkan oleh segelintir orang untuk mengeruk keuntungan semata. Tak ayal, tahun lalu banyak betebaran penawaran money game dengan skema piramida.

Money game yang menggunakan sistem piramida ini memang sebenarnya mirip dengan multi-level marketing (MLM atau direct selling), tetapi money game bukanlah bisnis jualan produk dan jasa yang jelas seperti MLM. Di sini seorang member diminta untuk menanamkan uangnya pada perusahaan atau istilahnya investasi dengan iming-iming keuntungan yang besar.

Iming-iming yang berlipat ganda itu dan melambatnya perekonomian membuat banyak orang tertarik ikut serta bisnis panas tersebut. Namun, permasalahan timbul karena model bisnis ini menjanjikan pembayaran atau bonus tersebut, jika para peserta berhasil mengajak orang lain ikut serta menjadi peserta baru dalam bisnis.

Ketua Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia Djoko Hartanto Komara mengakui jika bisnis MLM atau direct selling mirip dengan money game dengan skema piramida, namun bila ditelaah ada perbedaan yang sangat signifikan.

"Skema piramida adalah bonus/penghasilan didapat dari orang baru yang mendaftar, tapi kalau MLM bonusnya dari produk yang terjual makanya MLM syaratnya harus lakukan penjualan. Dan money game ini bisnis musiman, dia akan menjamur di saat ekonomi lemah seperti belakangan ini," ujar dia di Jakarta, Rabu (20/4/2016).

Karena bonus atau uangnya berasal dari member baru yang mendaftar, lanjut Djoko, maka skema piramida mengandung bom waktu yang suatu saat akan kolaps dan meledak.

"Kita melihat satu orang di money game itu bisa join 2.600 kali jadi money game pendekatannya judi. Kalaupun dia untung itu berasal dari uang yang orang buntung (rugi). Makanya kita menyosialiasikan ke masyarakat tolong jangan ikut karena itu merampok uang orang lain," jelasnya.

Selain itu, perbedaan utama lainnya adalah bonus money game akan terhenti apabila proses rekrutmen dihentikan karena bonus itu berasal dari hasil calon anggota yang ingin daftar. Oleh karena itu, dia menegaskan bahwa MLM sangat berbeda dengan money game.

Apalagi, sambung dia, bisnis money game dengan skema piramida melanggar Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan dalam pasal delapan dan sembilan.

"APLI telah berhasil mengusulkan larangan money game/skema piramida pada UU tersebut. Hal ini bertujuan untuk pemberian sanksi hukum yang tegas pada pelaku money game," tegasnya.

Ke depan, kata dia, APLI bersama dengan pemerintah, kepolisian, OJK, dan pemangku kepentingan lainnya akan terus melakukan sosialisasi tentang bahayanya money game agar masyarakat tidak semakin terjerumus dalam bisnis tersebut.

"Tugas APLI menjaga industri ini dan menyosialisasikan bahayanya money game. Kita beda dengan money game. Sayang saja kalau industi direct selling terkotori oleh oknum-oknum yang mengambil uang sementara (hit and run). Kami siap untuk memberikan penjelasan mana perusahaan yang bermain di money game atau bukan," tutupnya.

Menurut APLI, berikut adalah perbedaan mendasar bisnis MLM/direct selling dengan bisnis money game yang menggunakan skema piramida, yaitu

1. Setiap perusahaan MLM harus memiliki Surat Izin Usaha Penjualan Langsung (SIUPL) dan izin edar produk dari BPOM, Depkes dan sebagainya;
2. Setiap perusahaan MLM harus memiliki produk yang diperdagangkan;
3. Skema bisnis harus ditekankan pada penjualan produk, bukan peringkat;
4. Pembayaran komisi dibayarkan berdasarkan penjualan produk dan bukan pada kuantitas rekrutmen;
5. Anggota/member masih bisa mendapatkan penghasilan dari penjualan produk meski tanpa melakukan rekrutmen;
6. Setiap perusahaan MLM mempunyai sistem pengembalian produk yang rasional;
7. Setiap produk yang diperdagangkan perusahaan MLM memiliki nilai pasar yang wajar;
8. Setiap produk yang diperdagangkan perusahaan MLM harus memiliki nilai lebih sehingga menarik untuk dibeli.

Adapun untuk mengetahui apakah perusahaan tersebut merupakan perusahaan direct selling  atau money game, pelajari ciri-ciri skema piramida sebagai berikut:

1. Tidak memiliki kantor dengan alamat yang benar, tetap dan jelas;
2. Biaya pendaftaran menghasilkan komisi atau bonus;
3. Memberikan bonus dari pembayaran uang muka pembelian produk yang tidak jelas antara waktu pengiriman dan penerimaan barangnya;
4. Memperbolehkan anggota untuk mendaftar lebih dari satu keanggotaan atau hak usaha pada perusahaan yang sama;
5. Produk yang dijual tidak memiliki sumber/asal manfaat/fungsi yang jelas dengan harga yang wajar, yang didukung oleh jaminan pembelian kembali;
6. Rancangan pemasarannya menghasilkan bonus/komisi dan penghargaan lainnya berdasarkan rekrutmen;
7. Tidak memberikan kesempatan yang sama dengan menerapkan perbedaan peluang berdasarkan besarnya uang pendaftaran;
8. Jika perekrutan langsung dihentikan, maka rancangan pemasarannya tidak menghasilkan bonus/komisi;
9. Tidak memiliki barang yang dipasarkan.

Baca Juga

Tag: Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia (APLI), Djoko Hartanto Komara, Multi-level Marketing (MLM)

Penulis: Fajar Sulaiman

Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Fajar Sulaiman

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,951.00 3,910.65
British Pound GBP 1.00 18,129.25 17,941.51
China Yuan CNY 1.00 2,082.33 2,061.41
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,847.87 14,700.13
Dolar Australia AUD 1.00 9,743.17 9,643.29
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,915.16 1,896.03
Dolar Singapura SGD 1.00 10,437.87 10,332.56
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,200.51 16,037.84
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,404.69 3,366.96
Yen Jepang JPY 100.00 13,767.15 13,627.64
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4626.799 80.847 692
2 Agriculture 962.303 -5.448 22
3 Mining 1255.099 16.003 49
4 Basic Industry and Chemicals 700.086 19.036 78
5 Miscellanous Industry 801.515 49.211 52
6 Consumer Goods 1833.764 11.999 58
7 Cons., Property & Real Estate 319.343 -0.308 90
8 Infrastruc., Utility & Trans. 879.965 19.595 78
9 Finance 905.095 18.290 93
10 Trade & Service 593.053 5.938 172
No Code Prev Close Change %
1 MDLN 50 67 17 34.00
2 LPLI 57 70 13 22.81
3 ETWA 50 60 10 20.00
4 LAND 260 300 40 15.38
5 KOBX 85 95 10 11.76
6 WEHA 78 87 9 11.54
7 TRIS 234 260 26 11.11
8 TKIM 4,030 4,470 440 10.92
9 BUVA 55 61 6 10.91
10 ADMG 83 92 9 10.84
No Code Prev Close Change %
1 HRME 200 186 -14 -7.00
2 PSDN 129 120 -9 -6.98
3 PEGE 172 160 -12 -6.98
4 STTP 10,100 9,400 -700 -6.93
5 REAL 58 54 -4 -6.90
6 POLL 8,725 8,125 -600 -6.88
7 INOV 320 298 -22 -6.88
8 AKPI 408 380 -28 -6.86
9 MYOH 1,025 955 -70 -6.83
10 JAST 132 123 -9 -6.82
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 2,480 2,520 40 1.61
2 BBCA 23,825 24,850 1,025 4.30
3 PURA 83 79 -4 -4.82
4 ASII 3,970 4,330 360 9.07
5 TOWR 920 930 10 1.09
6 TLKM 3,180 3,250 70 2.20
7 IPTV 386 382 -4 -1.04
8 BMRI 4,070 4,100 30 0.74
9 MDLN 50 67 17 34.00
10 PGAS 830 890 60 7.23