Holding Perkebunan Nusantara PTPN III Resmi Luncurkan Indonesia Plantation Institute

Holding Perkebunan Nusantara PTPN III Resmi Luncurkan Indonesia Plantation Institute Kredit Foto: Antara/Harviyan Perdana Putra

Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) resmi meluncurkan Indonesia Plantation Institute sebagai lembaga Research & Development (R&D) di bidang perkebunan. Hal ini sebagai perwujudan inisiatif Prioritas Strategis Kementerian BUMN selama 2020-2024 khususnya dalam pengembangan talenta (talenta pool).

Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) Mohammad Abdul Ghani mengatakan, sebagai tindak lanjut arahan Kementerian BUMN, diminta untuk berkolaborasi dalam bidang learning, research & innovation. PTPN Grup telah memiliki anak perusahaan yang bergerak di bidang riset dan pengembangan komoditas perkebunan yaitu PT Riset Perkebunan Nusantara (PT RPN) dan di bidang pengembangan Human Capital yaitu PT LPP Agro Nusantara.

Baca Juga: Catatan Nilai Penjualan PTPN III Melalui Produk Turunan Kelapa Sawit

Dengan kemampuan keduanya yang dimiliki maka dibentuk wadah yang mampu mengintegrasikan seluruh resource yang dimiliki PTPN III, sehingga diharapkan akan memiliki teknologi dan inovasi serta menjadi global player.  

“PT. Riset Perkebunan Nusantara kami tunjuk sebagai leader Indonesia Plantation Institute dengan mempertimbangkan peran dan fungsi yang telah dijalankannya sebagai riset, publikasi riset dan ide-ide inovasi,” kata Ghani dalam paparannya saat peresmian secara online, Selasa (29/12/2020).

PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN) sebelumnya telah melakukan penelitian komoditas komersial yang diusahakan oleh perusahaan perkebunan, yaitu kelapa sawit, karet, kakao, kopi, teh, kina dan gula.  Sedangkan Lembaga Pendidikan Perkebunan (LPP) merupakan Pusat Pengembangan SDM dan Manajemen Agribisnis. 

LPP telah mengalami transformasi menjadi PT LPP Agro Nusantara pada 2019 yang memiliki misi antara lain mengembangkan sistem tata kelola yang komprehensif dengan memanfaatkan teknologi informasi menuju proses bisnis yang gesit, mengadakan riset dalam pengelolaan proses dan manajemen operasi, strategi perusahaan, manajemen teknologi informasi, manajemen SDM, manajemen perubahan, pemasaran dan penjualan dan sistem pemantauan manajemen publik.  “Jadi kolaborasi dari keduanya menghasilkan Indonesia Plantation Institute yang nantinya produk yang dihasilkan adalah Research, Regulasi dan Policy,” jelas Ghani.

Sementara itu Deputi Bidang SDM, Teknologi dan Informasi Kementerian BUMN Alex Denni dalam sambutannya menyampaikan kemampuan LRI (Learning, Research & Innovation) BUMN menjadi kunci utama dalam mewujudkan prioritas Kementerian BUMN.  Saat ini Kapabilitas LRI BUMN masih sangat bervariasi, secara umum masih belum ideal, belum terpola secara baik dan sinergi LRI masih minim. Oleh karena itu, sangat diperlukan sebuah wadah yang dapat mendorong terjadinya autonomous dan collaborative LRI untuk menciptakan, mensinergikan dan melipatgandakan keunggulan dalam perusahaan BUMN.

“Salah satunya diwujudkan hari ini berkat diresmikannya “Indonesia Plantation Insitute” oleh PTPN Grup serta “Perhutani Forestry Institute” dari Perum Perhutani. Wadah terserbut adalah BUMN center of excellent “ujarnya  dalam acara launching secara online.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Selanjutnya
Halaman

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini